Sir
Syed Ahmed Khan, juga di sebut Sayyid Ahmad Khan, lahir di Delhi pada 17
Oktober 1817 – meninggal 27 Maret 1898 pada umur 80 tahun. Sayyid Ahmad Khan
merupakan keturunan dari Husein, yaitu cucu nabi Muhammad Saw melalui Fatimah
dan Ali. Nenek Khan adalah Sayyid Hadi yang menjadi pembesar istana Mughal pada
zaman Alamaghir II (1754-1759). Sedangkan, kakek dan ayah dari Sayyid Ahmad
Khan bekerja di East India Company,dengan posisi cukup penting. Singkatnya
Sayyid Ahmad Khan berasal dari keluarga bestatus tinggi, modernis, berorientasi
Barat dan cukup mengenal kehidupan orang Inggris.
Meskipun
keluarganya banyak yang berkecimpung dengan pengaruh Barat namun, ibu dari
Ahmad Khan adalah sosok muslim yang religious. Dia merupakan wanita yang
dihormati karena pengetahuan agamanya. Dia memasukkan Ahmad Khan ke dalam
madrasah dan memberikan pengaruh yang sepadan dengan pengaruh yang diberikan
kepada kakek Ahmad Khan sehingga, Ahmad Khan tumbuh dewasa dengan dua pengaruh
yang berlawanan yakni : kesetiaan dengan sepenuh hati kepada komunitas muslim
dan penghormatan tinggi terhadap budaya Inggris.
Namun,
pendidikan Ahmad Khan harus terhenti di tengah jalan, krisis ekonomi
keluarganya pasca kematian ayahnya menjadi penyebab utamanya. Untuk membantu
perekonomian, keluarga Sayyid Ahmad Khan memutuskan untuk bekerja. Ketika
umurnya baru delapan belasan tahun dia melamar kerja ke East India Company dan
dia diterima sebagai panitera. Panitera merupakan jabatan rendah dalam serikat
dagang tersebut, dia tidak bisa naik lebih tinggi karena dia tidak
menyelesaikan pendidikan formalnya. Tidak lama setelah bekerja di East India
Company, dia memutuskan berpindah pekerjaan dengan menjadi hakim. Tetapi, pada
tahun 1846 dia kembali ke Delhi untuk meneruskan studi. Sayyid Ahmad Khan
banyak menghabiskan waktunya untuk belajar secara otodidak. Dia banyak membaca
literatur ilmu pengetahuan baik yang berbahasa local ataupun Inggris.
Dari
segi karier politik, ia mempunyai kiprah yang cukup berarti. Ia adalah pembela
golongan Islam dari tuduhan Inggris setelah peristiwa pemberontakan Mutiny pada
1857 M. Ketika orang Inggris mencurigai muslim sebagai dalang pemberontakan, ia
menjelaskan kepada Inggris bahwa kaum muslimin bukan pemberontak. Gerakan umat
Islam, jelasnya kepada Inggris, terjadi karena terjadi intervensi Inggris dalam
soal agama dan tiadanya perwakilan dari Islam di parlemen. Masyarakat muslim
mengira Inggris akan mengganti agama mereka menjadi agama Kristen. Sikap Ahmad
Khan tersebut berhasil merubah pandangan Inggris terhadap umat Islam India. Tidak
sampai disitu, Khan kemudian mendirikan sekolah Inggris di Muradabad di tahun
1861 M. Ahmad Khan kemudian di tahun 1878 M mengukir karya bersejarah dan
berpengaruh dalam memajukan Islam di dunia, yaitu dengan mendirikan sekolah Mohammedan Angio Oriental College (MAOC)
di Aligarh. Di tahun 1978 M, Ahmad Khan mengundurkan diri dari kepegawaian
pemerintah Inggris dan memilih focus pada pendidikan umat Islam India, sampai
meninggal di tahun 1989 M.
Comments
Post a Comment